Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mahasiswa Kesejahteraan sosial

Refleksi dua bulan setelah pake toga

Gambar
Buatku, menulis adalah refleksi. Ketika kita bisa sama-sama saling mengerti satu sama lain, membuat proyeksi mengenai prinsip pribadi melalui diksi. Dalam baris setiap paragrafnya kini, hanya berisi ucapan syukur dan terimakasih telah melahirkanku dan memberikan kesempatan untukku meraih gelar yang selalu ku panjatkan untuk menjadi kado untuk ibu. Akhirnya anakmu ini telah wisuda. Untaian paragraf ini pun menjadi saksi bahwa tak selamanya hambatan untukmu meraih mimpi berasal dari lingkungan terdekatmu, uang misalnya, hambatan belajar atau lingkungan  yang tidak menyenangkan. Bahkan, bisa saja sebetulnya tersendatnya pendidikan selama ini karena kurangnya dekatnya diri pada sang maha melancarkan kehidupan, ibu dan tuhanmu. Sebelumnya, selama 5,5 tahun kuliah, hampir semester 1-8 aku habiskan bersama teman-teman, rekan kerja bahkan sendirian. Jarang pulang ke rumah, seringnya nginep di kosan teman, di panti atau bahkan di sekre organisasi. Klise alasannya, urusan peke...

PART 1 | LANTUNAN MUEZZA

"Ali! tunggu, aku ikut.  "Ayo lah bergegas, muadzin sudah menyeru beberapa kali, sebagai umat yang mengaku taat dan bertuhan, kita berhak menjawab panggilanNya,". Bagian belakang sepatuku sempurna kuinjak tanpa kumasukan kakiku sepenuhnya, agar memudahkan untuk segera melangkah mengejar Ali yang sudah mendahului menaiki tangga. aku pun bergegas berjalan hampir berlari mengejar ketertinggalan, beruntung gamis semata kakiku sempat ku angkat beberapa mili agar tidak terinjak oleh kaki sendiri, beruntungnya kaos kaki panjang hingga lutut ini masih melindungi betis dari pandangan mata. mata Illahi maksudnya. Rupanya magrib kali ini tidak sepenuh biasanya, cukup lengang, mungkin karena hujan yang cukup deras dan waktu kuliah yang sudah rampung di sore hari, saf pria pun hanya terisi dua baris. sepatu ku letakan di ujung tembok lantai mushola, niatnya agar tidak terinjak oleh jamaah lain, eh malah dijadikan pijakan oleh jamaah untuk menggapai sepatunya yang tak j...

Lima Manfaat Menarik ini Bisa Buat Kamu Merasa “AMAZING” karena Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial

Gambar
Pelbagai macam ekspresi akan didapati ketika kamu dinyatakan lulus di jurusan kesejahteraan sosial. Ada yang senang dan bersyukur bangga, karena Kesos pilihan pertama, ada yang terpuruk sendu, karena hanya menuruti keinginan orang tua atau bahkan mengekrenyitkan kening saking keheranan akibat dulu, kamu memilih atas dasar jurusan ini “IPS” tanpa hitungan, padahal nanti ada juga statistik yang notabenenya itungan juga. Lol  Namun, sekarang bukan waktunya untuk kamu bersedih hati, ini saatnya kamu harus membuka diri dan pikiran untuk menerima semua jalur pengetahuan, menerima perubahan dan siap untuk menjadi pencetus agen masa depan. Cie, mahasiswa katanya. Stop untuk menggerutu pada tuhan karena ditakdirkan di jurusan ini, atau bahkan kamu akan guling guling di pasir, saking merasa suramya diterima. Tidak! Mulai saat ini,  singsingkan baju, buka buku catatan terbaikmu, karena dibawah ini, akan ku jelaskan bagaimana caranya buat jadi hidupmu tambah bermakna dan bersyukur d...