Postingan

Menampilkan postingan dengan label Essai

PART 1 | LANTUNAN MUEZZA

"Ali! tunggu, aku ikut.  "Ayo lah bergegas, muadzin sudah menyeru beberapa kali, sebagai umat yang mengaku taat dan bertuhan, kita berhak menjawab panggilanNya,". Bagian belakang sepatuku sempurna kuinjak tanpa kumasukan kakiku sepenuhnya, agar memudahkan untuk segera melangkah mengejar Ali yang sudah mendahului menaiki tangga. aku pun bergegas berjalan hampir berlari mengejar ketertinggalan, beruntung gamis semata kakiku sempat ku angkat beberapa mili agar tidak terinjak oleh kaki sendiri, beruntungnya kaos kaki panjang hingga lutut ini masih melindungi betis dari pandangan mata. mata Illahi maksudnya. Rupanya magrib kali ini tidak sepenuh biasanya, cukup lengang, mungkin karena hujan yang cukup deras dan waktu kuliah yang sudah rampung di sore hari, saf pria pun hanya terisi dua baris. sepatu ku letakan di ujung tembok lantai mushola, niatnya agar tidak terinjak oleh jamaah lain, eh malah dijadikan pijakan oleh jamaah untuk menggapai sepatunya yang tak j...

Mah, Kunjanjikan Toga Tahun Ini Untukmu

Gambar
Kisah ini adalah penggalan kisah pertamaku yang ku toreh untuk menceritakan awal perjuanganku untuk masuk bangku kuliah. Kisah ini pun sebagai ucapan terimakasihku pada seluruh dosen yang sudah membantu, terutama Pak sumardhani Wakil dekan III Fisip Unpas, Pak Tata Kepala KSBAP Fisip dan Pak abe staff fisip. Kenapa harus mereka? Mungkin dalam penggalan lanjutan atau akhir kisah ini akan terdeskripsikan peran mereka masing-masing. Kisah ini pun sebagai pesan, bahwa tak ada alasan untukmu tak berdikari meraih mimpi, terhenti karena hanya masalah duit atau alasan yang dibuat sendiri. Kisah ini sebagai refleksi mahasiswa tingkat akhir untuk segera menyelesaikan penelitiannya, segera mengejar mimpi, membangun dan mewujudkan. Terutama skripsi. Kuliahku di Unpas diawali oleh jus durian di kantin SMK. Setelah tak lulus masuk kuliah jalur undangan dan SBMPTN di universitas impian, ku putuskan untuk mengambil kuliah jurusan hukum di universitas swasta di daerah ciumbuleuit. Uang p...

Menit dalam senja

Gambar
Menit ke 120 di hari kamis setelah dzuhur. hujan cukup memberikan pesan dengan derasnya, seakan bicara bahwa dirinya akan teriak dalam keriuhan air untuk menyuarakan asa. bisa dalam tangisan dan tertawaan, secara terpisah atau bersamaan atau bahkan tersembunyi, dibalik angin. agar tak ada yang rasa, tak ada yang tau, yang perlu dilihat hanya senyuman setelah hujan. ya, ada pelangi disana. usiaku baru menginjak 21. namun hidupku seakan berubah sunyi, lebih banyak diam, berpikir, mendengar dan merasa. meski tak begitu peka, tapi aku tetap mencoba. mendefinisikan makna yang dikirim lewat berbagai cara. berbagai fenomena kian hadir, menyambutku seakan memberitahu bahwa aku bukan bocah diketiak ibu, aku akan tumbuh bersatu dalam bumi untuk maju. ibuku bilang, hidup ini memang penuh penolakan, bukan berarti tak ada yang mau menerimamu. ini hanya sinyal, tanda dari tuhan, bahwa hidup itu butuh persiapan. tak semudah ketika kamu meminta dana kepada kampus untuk sebuah acara, dengan i...